Jumat, 22 Juni 2012


Pempek Palembang

selalu disuka


“Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan bahkan di luar daerah Sumatera Selatan memproduksinya. Yuuk, segera membuatnya.”



Bahan Dasar Utama :
Daging ikan giling halus
( yg paling baik adalah ikan Gabus atau Tenggiri, jika tidak ada, dapat
 diganti dengan ikan apa saja yang dagingnya lebih banyak seperti
Salmon,Tuna, Toman, Tongkol Kecil, Gurame, Sepat Besar, buang tulangnya giling sampe halus dan jangan memakai ikan yg banyak lemaknya seperti Lele, Patin dsb )
Tepung Sagu atau tepung kanji (tapioka), Air, garam halus  secukupnya, penyedap secukupnya.
Catatan :
perbandingan antara Ikan dan sagu bisa 1:1 atau 1:3/4 atau 1:1/2,
semakin banyak ikan semakin enak, tapi maksimal ikan 1 kg tepung sagu 0,5 kg.

BAHAN:
500 gram daging ikan tenggiri atau ikan gabus giling.
10 sendok makan air es/dingin
150 gram tepung sagu atau tepung kanji/tapioka
2 sendok teh garam
1/2 sendok teh vetsin

CARA MEMBUAT :
1. Keluarkan daging ikan giling dari freezer,  cairkan.
2. Masukkan air es, vetsin, dan garam. 
     Aduk sampai  lengket.
3. Tambahkan tepung sagu atau kanji sedikit demi 
     sedikit sambil diuleni/diuli hingga tidak menempel 
     lagi ditangan.
4. Uleni/Uli adonan sampai rata.
5. Ambil sedikit adonan dasar dan dibentuk sesuai 
    dengan jenis pempek.
6. Pempek siap dimasak.
 
Saus Cuka Buat Pempek
BAHAN:
 500 gram gula merah/gula aren warna coklat tua
 50 gram asam jawa
 4 sendok teh cuka putih/cuka dixi (untuk mengawetkan)
 5 gelas air
 5-8 siung bawang putih, cincang halus atau tumbuk
 2 sendok makan ebi dihaluskan (Lihat Tips)
 20-30 buah cabai rawit, dihaluskan (Lihat Tips)
 1 sendok makan tongcai berikut tangkainya, cincang/giling halus
 1-2 sendok teh garam (disesuaikan)
CARA MEMBUAT :

1. Didihkan air dan gula merah, asam jawa, air, dan cuka dengan api kecil , setelah gula larut, angkatlalu saring.2. Masukkan bawang putih, ebi, cabai rawit, garam, dan tongcai.3. Memasukkan cabai, garam sebaik nya sambil di cicip, disesuaikan dengan selera.4. Didihkan kembali lalu angkat.






Kamis, 21 Juni 2012

Sajian penuh cinta 
untuk keluarga

“Sajikan sesuatu yang spesial untuk keluarga tercinta di rumah agar cinta kasih dalam keluarga  yang kita sayangi semakin tumbuh dan berkembang satu sama lainnya.”

Kue Srikayo
Bahan :
1 gelas belimbing, telur ( sekitar 5 butir ukuran sedang)
1 gelas gula pasir halus    
1 gelas air daun suji + daun pandan ( 20 lembar daun suji + 10 daun pandan blender dengan kurang lebih 200ml air) lalu saring menjadi 1 gelas.

Cara Membuat :
Campur semua bahan dengan menggunakan kocokan tangan ( tidak usah di mixer ) sampai gula menjadi halus dan semua bahan tercampur rata
panaskan dandang untuk mengukus
setelah bahan tercampur semua, masukkan dalam cetakan mangkuk plastik kecil yang telah diolesi minyak sedikit.
kukus dalam dandang kurang lebih 20-25 menit ( sampai matang)
setelah matang, angkat, angin – anginkan sebentar.
masukkan dalam kulkas selama 30 menit sampai dingin.
jika ingin lebih cantik, hiasi dengan potongan nangka atau daun pandan.
tips mengukus, lapisi tutup dandang dengan kain agar uap air tidak menetes ke dalam adonan kue.

Kue Delapan Jam




Bahan :
20 butir telur ayam

1 kaleng susu kental manis

1 kilogram gula pasir

seperempat mentega blue band

Pewangi atau vanili



Cara membuat :
1. kocok semua telur dan gula hingga setengah     
    mengembang (nb: catatan warnanya jangan 
    memutih)
2. campurkan adonan tadi dengan susu, vanili dan   
    mentega.
3. aduk sedikit-sedikit lalu masukkan dalam cetakan  
    ukuran 22x22 sentimeter.
4. Selanjutnya kukus kue tadi dengan dandang khusus  
    selama delapan jam.
5. agar warna tidak berubah tutup rapat dandang, tiap 
    satu jam sekali tambahkan air dalam dandang agar  
    tidak mengering. supaya kue tidak terlalu basah 
    sebaiknya letakkan plastik di atas cetakan kue agar 
    embun dalam dandang tidak jatuh dalam adonan. 
    Untuk memastikan apakah kue sudah masak bisa   
    menggunakan lidi yang ditusukkan dalam kue, jika   
    lapisan bawah sudah keras atau tidak meninggalkan 
    adonan cair maka kue diangkat.
   cetakan ukuran 22x22 cm

Martabak HAR


Bahan :
Kulit:
* 450 gram tepung terigu
* 3 sendok makan minyak
* 175 cc air
* 1/2 sendok teh garam


Isi:

* 120 cc minyak
* 4 siung bawang putih, cincang kasar
* 750 gram daging sapi, cincang
* 2 buah bawang merah, cincang kasar
* 1 buah bawang bombay, cincang kasar
* 2 batang daun seledri, iris halus
* 1 sendok makan kari bubuk
* 4 butir telur
* 1 batang daun bawang, iris halus
* 1 sendok teh garam
* 1/2 sendok teh merica bubuk

Cara Membuat :
1. Isi: Panaskan minyak, masukkan bawang putih  
    dan bawang merah, tumis hingga harum, lalu  
    masukkan daging sapi, aduk rata, masak hingga    
   daging berubah warna.
2. Masukkan bawang bombay dan daun seledri,  
    aduk rata, masak sebentar, lalu masukkan kari  
    bubuk, aduk rata, masak hingga matang, angkat,  
    dinginkan.
3. Bagi adonan isi menjadi 4 bagian, letakkan tiap   
     bagian ke dalam mangkuk, lalu masukkan seba 
     gian telur, daun bawang, garam, dan merica  
     bubuk ke dalam tiap mangkuk, aduk rata, sisihkan.
4. Kulit: campur semua bahan, uleni hingga rata  
     dan kalis, lalu tutupi dengan selembar plastik,  
     diamkan selama 2 jam.
5. Bagi adonan kulit menjadi 4 bagian, lalu bentuk  
     tiap bagian menjadi bulatan, tarik hingga men 
     jadi tipis dan berbentuk lingkaran besar, sisihkan.
6. Panaskan 2 sendok makan minyak, lalu letakkan 1  
     bagian adonan kulit di bagian tengahnya, tambah
     kan 1 bagian adonan isi di bagian tengah kulit, rata
     kan, lipat sisi-sisi kulitnya hingga menutupi seluruh  
     bagian isi.
7. Goreng martabak hingga berwarna kecoklatan di 
     salah satu sisinya, balik, goreng lagi hingga ber-
     warna kecoklatan sisi lainnya, lalu angkat, tiriskan,   
     ulangi hingga semua bahan habis.
8. Biasanya martabak telur disajikan bersama-sama
     dengan Acar Sayur Kuning dan cabai rawit.



Es Kacang Merah



Bahan :

 200 gr kacang merah, rendam selama ± 3 jam, angkat dan tiriskan
- 1000 ml air
- 150 gr gula batu (jika suka manis bisa ditambah sesuai selera)
- ¼ sdt garam
- 2 lembar daun pandan, robek-robek
- es batu (es serut) secukupnya


Kuah Santan :
- 150 ml santan kental
- 1 lembar daun pandan, robek-robek
- ½ sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit   
   air

Cara Membuat :
1. Rebus air, kacang merah, gula batu, garam dan daun pandan sampai mendidih. Kecilkan api kompor, masak terus hingga kacang merah matang dan lunak. Angkat.
2. Kuah Santan : Rebus santan bersama daun pandan sampai mendidih. Lalu kentalkan dengan tepung maizena yang sudah diberi sedikit air.
3. Sebelum dihidangkan, masukkan kacang merah dalam mangkuk/gelas, masukkan es batu/es serut siram atasnya dengan kuah santan.


Farah Quinn ,

Talenta Cheff dari Sumsel



Selebrity Chef Farrah Quinn pulang kampung. Selama tiga hari, Rabu (17/6) lalu hingga kemarin (19/6), Farrah melakukan syuting untuk tayangan Ala Chef di daerah Seberang Ulu, Palembang. “Meski lahir di Bandung, tapi saya asli orang Palembang, bapak saya H. Ir Fauzan Rahim orang Sekayu,   ibu saya Nyayu Rachmawaty asli orang Palembang,”katanya ketika berkunjung ke redaksi Sumatera Ekspres kemarin (19/6).
Di Palembang, Farrah mengolah masakan beragam masakan khas Palembang seperti reget, pempek, bolu kacang hijau dan martabak mie. “Saya tidak aneh lagi dengan masakan Palembang. Ibu saya paling suka masak, salah satunya tentu saja makanan Palembang. Di Palembang saya mengolah reget, pempek, bolu kacang hijau dan martabak mie. Saya suka memasak masakan khas Palembang menjadi fusion yang lebih yummy,” katanya bersemangat. 
Banyak yang mengira terpilihnya Farah untuk memandu acara yang sering diadakan di lokasi terbuka ini disebabkan oleh wajah cantik dan postur tubuhnya yang seksi, padahal modal Farah untuk menjadi host kuliner boleh di bilang tidak main-main karena ia telah menyandang predikat chef dengan spesialisasi pastry.
Sambil kuliah di Pittsburgh Culinary Institute, Farah nyambi bekerja di Lydia’s Pittsburgh, restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Lulus kuliah, Farah pindah ke Phoenix, Arizona, menjadi ahli pastry di Arizona Biltmore Resort. Belajar tetap dilakoninya di World Pastry Championships dan sempat berguru kepada ahli pastry seperti Ewald Notter dan Collete Peters.
Untuk selera, nggak selalu harus makanan luar. Saya cenderung mix, yang penting sehat. Sehat juga bisa yummy, meski mungkin mengorbankan sedikit cita rasa,” kata wanita yang sedang menulis buku kuliner sehat ini. 



Rabu, 20 Juni 2012


Jangan lewatkan Resensi Sajian Nusantara, 15 buah buku dari penerbit Dian Rakyat Kami bagikan untuk para pembaca. Edisi Juli meresensi buku Diet Vegetarian tulisan Merry Chiang.